• Hubungi Kami(024) 76671625
  • Login

Peringatan Isra Mikroj SDN Tambangan 01 “Bercerita bersama Kak Farid”

Semarang, 24 Februari 2023- SDN Tambangan 01 Kec. Mijen Menyelenggarakan Kegiatan peringatan Isra Mi’roj Nabi Muhammad SAW tahun 1440/2023 M. Kegiatan ini dilaksanakan dihalaman sekolah, yang selanjutnya di alihkan ke ruang aula SD, karena gerimis yang mengguyur saat kegiatan. Kegiatan dibuka dengan iringan rebana Siswa SDN Tambangan 01, yang merupakan bagian dari pembelajaran ektrakurikuler di SDN Tambangan 01. Iringan asmaul husna dilantunkan seluruh peserta kegiatan Isra Mikroj, sebagai pra acara seusai alunan rebana beberapa lagu sholawat Nabi Muhammad SAW.

Peringatan isra mikroj ini, bertujuan untuk menanamkan pembiasaan ibadah wajib kepada peserta didik, yakni sholat yang merupakan ibadah yang bersifat “Hadiah” langsung dari Allah SWT, untuk umat islam. Selain itu kegiatan ini sebagai momentum kita untuk meneguhkan bahwa sholat adalah ibadah yang sangat istimewa, karena sholat yang merupakan tiang agama, sebagai ibadah yang sangat spesial.   

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Kepala sekolah SDN Tambangan 01, tilawah beserta sarinya, serta kegiatan mendongeng/cerita islami oleh Farid Khusnul Mudjib, S.Pd, Sebagai pendongeng nasional yang berasal dari Kendal. Kisah isra mikroj yang dibawakan membuat siswa siswi SDN Tambangan 01, antusias mengikuti kegiatan ini, ditambah lagi dengan kemunculan boneka “Dira” yang diperankan sebagai lawan biacara pengkisah dalam bercerita.

“Selain untuk menanamkan pembiasaan sholat wajib 5 waktu, yang menjadi program sekolah dalam penanaman karakter religius dalam kehidupan sehari-hari, yang sesuai dengan motto sekolah “Stambsa Krisna” sebagai akronim SD Tambangan satu; Kemandirian, Religius, Integritas, Semangat Gotong-royong, dan Nasionalisme. Kegiatan ini sebagai sarana untuk penguatan karakter siswa dalam hal religiusitas.” ungkap Kepala Sekolah SDN Tambangan 01, Totok Riyanto, S.Pd. Sd.

Pelaksanaan peringatan ini, diharapkan siswa dapat tersampaikan pesan-pesan dari kisah yang di sampaikan, sehingga mampu terpatri di sanubari seluruh siswa untuk melaksanakan pembiasaan sholat yang diajarkan agama.

“Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terbentuknya karakter yang positif bagi siswa. Sehingga harapannya siswa menjadi pribadi yang berkarakater kuat dalam ibadah,” ujar ibu Shoviah, S.Ag, sebagai ketua panitia kegiatan.

Dari pelaksanaan peringatan ini tersirat pesan bahwa, bagaimana kita selain mendoakan orang tua kita, sebagai aktualisasi rasa syukur anak yang sholeh, juga dianjurkan untuk mendoakan keturunan-keturunan kita untuk senantiasa mendirikan sholat, sebagai wujud rasa syukur atas hadiah ibadah berupa sholat yang langsung Allah berikan kepada umat islam. (BQ)